Bayu Putra : Wartawan Istana Harus Mampu Memahami Secara Kilat Tentang Semua Yang Menjadi Urusan Negara


Tangkap layar : Bayu Putra saat menjelaskan materi workshop jurnalistik yang dimoderatori oleh Fikry Zahria Emeraldien


Bayu Putra, asisten redaktur Jawa Pos yang juga membagikan pengalaman tentang liputan seorang jurnalis cetak di istana presiden dalam acara workshop jurnalistik yang dilaksanakan oleh program studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Universitas Islam Negeri Sunan Ampel (UINSA) Surabaya pada kamis (28/10.)

Asisten redaktur jawa pos ini mengatakan untuk menjadi seorang wartawan istana presiden harus siap dan mampu menghadapi hal-hal yang menjadi tantangan liputan di istana presiden. Seperti memahami semua isu pada bidang yang di urusi oleh negara. 

“istana presiden adalah muara dari semua isu yang ada pada bidang yang di urusi oleh negara, maka wartawan istana harus dapat menyesuaikan diri untuk cepat faham terhadap semua bidang yang menjadi urusan negara,” jelas Bayu. 

wartawan istana presiden itu menjelaskan bahwa alasan untuk seorang wartawan istana presiden harus cepat faham terhadap isu negara yang terdapat pada bidang yang diurusi oleh negara dikarenakan isu-isu tersebut tempat bermuaranya adalah di istana kepresidenan.

Bayu Putra juga menegaskan bahwa semua isu yang terjadi pada bidang yang diurus oleh negara seperti bidang olahraga, politik, kesejahteraan rakyat, sosial, serta ekonomi tempat dilaporkannya adalah di istana kepresidenan. 

“isu-isu yang terjadi pada semua bidang yang di urusi oleh negara dilaporkan kepada presiden yang nantinya akan dibahas pada rapat-rapat kabinet,”ungkapnya. 

Tak hanya itu, Bayu Putra juga menjelaskan bahwa meskipun background wartawan istana bukan lah seseorang yang faham tentang bidang olahraga, politik, serta ekonomi namun mereka harus mampu memahami dengan cepat tentang bidang-bidang tersebut. Karena itu merupakan tugas penting seorang wartawan istana untuk menghadapi tantangan-tangan seorang wartawan istana presiden. 

“meskipun background saya komunikasi, tapi saya juga harus cepat faham tentang bidang-bidang yang menjadi urusan negara seperti ekonomi, kepemiluan dan lain-lain,” jelasnya. 

Menurut Bayu Putra alasan mengapa seorang wartawan istana harus cepat faham terhadap bidang-bidang yang di urusi oleh negara adalah karena narasumber yang diwawancara olehnya tidak hanya presiden Republik Indonesia (RI) saja bukan pula narasumber yang tetap atau paten. 

“karena kita tidak tahu siapa yang akan datang ke istana pada pagi itu, maka jika kita sudah tahu siapa yang datang ke istana presiden dan akan menjadi narasumber kita maka kita harus cepat melakukan riset sesuai tentang bidang yang digeluti oleh narasumber tersebut,” pungkasnya. 



Reporter : Asri Fatkhiya Prasasti (B91219088)






Komentar