Keunikan Candi Tawangalun yang Tersisihkan Jaman
| Candi Tawangalun |
Sidoarjo – Candi Tawangalun merupakan peninggalan purbakala yang terletak di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur. Candi ini berbeda dengan candi-candi pada umumnya karena Candi Tawangalun terletak diperbukitan bukan di pemukiman warga seperti candi lainnya. Selain itu, bentuk candi ini juga sedikit berantakan tidak berstuktur, berbeda dengan candi pada umumnya.
Di sekitar candi ini terdapat hamparan lahan yang luas. Konon katanya, hamparan lahan itu adalah laut dangkal yang mengering. Oleh karenanya, banyak ditemukan fosil laut seperti kerang, karang dan batuan laut. Di lahan ini seringkali mengeluarkan semburan lumpur dengan gelembung kecil. “Semburan ini tidak berbahaya karena tidak ada kandungan minyaknya,” ujar Saiful, juru kunci Candi Tawangalun.
| Semburan lumpur di lahan depan Candi Tawangalun |
Candi ini dibangun pada tahun 1292 oleh Raja Brawijaya sebagai tanda cinta kasih kepada Putri Alun, anak Raksasa Tawang Alun. Hal ini terlihat dari bentuk candi yang disusun menggunakan bata merah sama dengan bangunan candi pada masa Kerajaan Majapahit. Namun, konstruksi bangunan Candi Tawangalun kini mulai mengalami kerusakan karena dimakan waktu dan perubahan cuaca yang ekstrim.
Selain dibangun sebagai perwujudan cinta kepada Putri Alun, kini Candi Tawangalun dimanfaatkan oleh warga setempat sebagai tempat melakukan ritual seperti, meditasi, ritual pengantin, mencari inspirasi bagi pelukis, dan tempat untuk menenangkan diri. Warga Buncitan percaya bahwa candi ini merupakan cikal bakal berdirinya desa tersebut.
Dahulu warga melakukan tradisi bancakan/slametan yang dilakukan setiap malam 1 Syuro oleh warga setempat. Setiap 1 Syuro warga selalu ramai berdatangan untuk melakukan bancakan di Candi Tawangalun. Selain dari warga Buncitan asli, warga pendatang juga turut hadir dalam tradisi bancakan tersebut. Namun sejak tahun 2017, hal ini tidak dilakukan lagi karena sebagian warga menganggap tradisi ini bertentangan dengan agama yang dipercayai.
Selain dari sisi budaya yang tidak berwujud seperti tradisi dan kegiatan warga setempat, candi ini juga memiliki keunikan dari sisi yang berwujud atau bisa disebut dengan warisan budaya benda. Benda ini terdiri dari patung dan lukisan yang berada di area Candi Tawangalun. Jadi, selain wisatawan menikmati keindahan Candi Tawangalun juga bisa melihat karya budaya yang lain di area candi tersebut.
| Patung yang berada di kawasan Candi Tawangalun |
Dari banyaknya keunikan yang ada di Candi Tawangalun ini masih banyak orang yang tidak tahu menahu mengenai keberadaan Candi Tawangalun ini. Bisa dibilang bahwa candi ini hampir punah dan pupus. Meskipun menurut Saiful masih ada beberapa pengunjung yang hadir, namun kunjungan di beberapa tahun terakhir mengalami kemerosotan dan tidak seramai dulu.
Dalam wawancara, Saiful mengatakan bahwa para pemuda sekarang harus mengetahui kebudayaan Indonesia terutama di daerah lingkungannya sendiri. Buta mengenai kebudayaan di daerah sendiri menjadi hal yang sangat memprihatinkan. “Saya ingin generasi kita mengerti akan sejarah bangsanya secara utuh dan untuk instansi pendidikan lebih merapatkan lagi siswanya mengenai sejarah kebudayaan Indonesia,” ungkapnya.
Eka Nurul Habibah (B91219097)
Komentar
Posting Komentar